Saturday, September 17, 2016

Diet of mine

I like the idea that we should pay for using plastic bag.

Walaupun di banyak tempat perbelanjaan cuma dihargai 200 rupiah, menurut gue it's such a good baby step. 

Gue gak bakal ngasih data berapa banyak plastik yang ada di pembuangan akhir dan belum hancur, dan bakal kapan akan hancur. But, we all know that we're gonna die before all of them gone, right? 

Banyak kampanye yang mengajak kita untuk go green dengan berbagai cara. Donasi atau aksi bersama terjun ke lapangan, seperti yang dijalankan greenworld(dot)org atau gogreenindonesiaku(dot)com, dan banyak lagi gerakan-gerakan postitf semacam ini.

Untuk melakukan hal positif, menurut gue, we all can start from ourselves. Gue pribadi berpikir seperti itu. I'm a bit idealist yet sometimes it overwhelmed me. Untuk berdonasi, gue belum mau melakukan itu, karena selain gue belum bisa berdonasi banyak (since i haven't earn money yet), hal itu belum tentu bikin gue jadi lebih baik.

Maksud gue, gue mungkin bisa kasih sebagian tabungan gue untuk donasi, kalau memang gue mau membantu. Tapi setelah itu kalau gue lupa, gue ada kemungkinan berkontribusi untuk merusak lagi. Dan untuk ikut komunitas juga gue pun belum punya komitmen waktu sebesar itu.

Tapi, daripada menyusahkan diri sendiri dengan dilema gue yang pengen berguna untuk bumi gue yang makin rusak ini, menolak tawaran plastik di tempat perbelanjaan juga salah satu baby step gue. Untuk belanja di minimarket gue mulai lebih menggunakan tote bag, dan kalau lagi ikut belanja bulanan bareng orang tua, we prefer to use cardboard. 

Tiap gue keluarin tote bag dari tas gue, some of my friends would react like: 
"Rajin banget lo bun bawa gituan"
"Go green nih lo bun"
"Waaah keren"

Banyak yang mikir gue kerajinan, ada juga yang (mungkin) takjub (kenapa gue kerajinan lol).

Bagaimana pun cara mereka menanggapi, menurut gue itu hal bagus. At least they notice the positive message, and it's such a campaign's intention. Notice. :)

Gue belum 100% menolak kantong plastik kok, karena belum ada tempat sampah yang bisa langsung ngancurin sampah-sampah gue jadi debu atau hal-hal berguna lainnya. Gue masih butuh kantong plastik atau trash bag untuk ngantongin sampah gue. Until somebody invented that kind of trash bin, I wouldn't use any plastic bag for sure hahaha

Last words,

If you think you couldn't inspire others, at least you inspire yourself. As a better person from yesterday, even with a little baby step. 

#positivevibes




Tuesday, August 30, 2016

Halo buat kalian

Setelah bertahun-tahun gak nulis, sekarang gue mulai lagi buat nulis. Kaku banget rasanya. Jadi, maaf ya kalo tulisannya emang kerasa begitu.

I was a fiction writer, when I was a kid. 
I wrote lot of fairy tale for myself.
I was a little dreamer.

Gue bahkan pernah bikin "novel" berdua bareng Firli, waktu gue kelas 6 SD dan Firli kelas 1 SMP. Iya gue dan Firli 9 tahun yang lalu sangat produktif. Novel itu tentang anak kembar, dimana gue dan Firli bercerita dari sudut pandang masing-masing dua orang kembar tersebut. Padahal gue sama Firli bukan anak kembar, bukan juga saudara. Gue sama dia cuma tetangga beda 10 rumah. 

Yang gue inget gue berhasil menyelesaikan bagian gue, gue bangga banget. Walaupun sekarang gue yakin isinya bisa bikin gue ketawa dan malu tapi sangat disayangkan sekarang gue gak inget file "novel" gue itu ada dimana, di laptop yang mana atau laptop siapa. Pffft anak SD gak ngerti sistem back up... :(

Anyway,

Halo buat kalian yang mau baca tulisan gue.
Isi tulisan gue mungkin akan banyak tentang perspektif gue tentang banyak hal. Karena sebenernya gue sering ngomel, kenapa orang begini, kenapa orang begitu. Gue (mungkin) terlalu sering observasi sekitar dan sadar akan banyak hal yang bikin gue sendiri nanya, kenapa kenapa kenapa.

Instead of ngomel sendiri, gue mau coba untuk menuangkannya dalam tulisan. Mungkin aja dari tulisan ini gue ketemu orang yang berpikir sama atau orang yang bisa menjawab sedikit-sedikit hal biasanya cuma saya tanyakan dalam hati.

:) 

Sunday, August 21, 2016

Hello

No posts, yet.

Come back soon!